Ketika Digital Marketing Bekerja di Perusahaan Dobol Alias Menengah ke Bawah, Siap-Siap Dianggap Taik

Sumber gambar: Pinterest


Kenapa Digital Marketing Sering Dianggap Taik Alias Dipandang Sebelah Mata? Padahal Digital Marketing Adalah Penyelamat Perusahaan.


‎Kalau loe pernah bekerja sebagai digital marketing di perusahaan dobol alias menengah ke bawah, mungkin loe pernah denger bacotan kayak gini:


‎"Tiap hari kerjaan cuma maen HP doang, enak bener."

‎"Seharian cuma upload foto, bocah SD juga bisa."

‎"Cuma bikin video doang kok minta gaji gede?"

‎Bacotan-bacotan kayak gitu emang nyakitin banget. Seolah-olah pekerjaan digital marketing nggak ada nilainya alias dianggap taik.

‎Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu.

‎Digital Marketing Itu Kayak Nanem Pohon

‎Bayangin loe nanem pohon, katakanlah pohon mangga gituh. Hari pertama, pohonnya belum berbuah. Seminggu kemudian? Masih belum. Sebulan kemudian? Tetap belum. Apakah itu berarti pohonnya gagal? Pastinya enggak kan?!

‎Pohon itu sedang berproses. Ia sedang menumbuhkan akar. Setelah akarnya kuat, barulah batang, daun, bunga, lalu buah akan muncul.

‎Begitu juga dengan digital marketing. Orang yang mengelola website, media sosial, iklan, atau konten ibarat sedang membangun "akar" sebuah bisnis. Hasilnya memang nggak selalu langsung terlihat, tetapi ketika fondasinya kuat, bisnis bisa terus berkembang buat jangka panjang.

‎Banyak Owner Nggak Paham Tugas Digital Marketing

‎Sebagian pengusaha kecil mengira digital marketing kerjaannya cuma mengunggah foto ke Facebook, Instagram, atau TikTok.

‎Padahal di balik satu postingan, ada banyak pekerjaan yang harus dilaksanain.

‎Mulai dari nyari ide, mempelajari calon pembeli, menulis kalimat yang menarik, mengambil foto atau video, mengedit, memasang iklan, hingga melihat hasilnya. Semua itu butuh waktu dan skill (kemampuan).

‎Pengalaman Buruk Bikin Owner Nggak Percaya

‎Mungkin sebagian ada juga owner yang pernah mempekerjakan seseorang yang konon katanya ngaku-ngaku sebagai digital marketing, padahal cuma ngerjain upload produk di marketplace doang. Alhasil, setelah beberapa bulan, penjualan nggak ada perubahan. Akhirnya mereka ngambil kesimpulan kalo digital marketing itu nggak berguna.

‎Padahal belum tentu kesalahannya ada pada profesi tersebut.

‎Sama kayak dunia kedokteran. Kalo ada satu klinik yang mal praktek, terus gagal nyembuhin pasien, bukan berarti semua rumah sakit itu buruk. Dan perlu juga disadari kalo dokter itu bukan Tuhan. Dokter hanya sebatas ngobatin, adapun sembuhnya pasien urusan Tuhan.

‎Nggak Semua yang Ngaku-Ngaku Digital Marketing Beneran Ahli

‎Sekarang siapa aja bisa nulis di media sosial kalo dirinya adalah digital marketer. Padahal belum tentu ngerti cara ningkatin penjualan.

‎Karena itu, banyak pengusaha menjadi ragu. Mereka sulit ngebedain mana digital marketer yang benar-benar berpengalaman dan mana yang cuma ngaku-ngaku doang.

‎Owner Dobol Lebih Suka Hasil yang Langsung Keliatan

‎Kalo seorang sales berhasil ngejual lima produk hari ini, hasilnya langsung keliatan. Tak ayal, dipuja setengah dewa. Padahal, besok-lusa bisa jadi boncos.

‎Tetapi digital marketing sering  kali kerja di balik layar. Ia bikin orang kenal ama merek (brand), percaya pada produk, lalu akhirnya membeli. Kalo calon customer itu nggak kenal merek (brand), kira-kira mau beli apa nggak?! Mikir pake otak!

‎Proses ini memang lebih lama, tetapi hasilnya bisa bertahan dalam jangka panjang.

‎Digital Marketing Bukan Tukang Upload

‎Kalo cuma ngunggah foto doang, siapa pun bisa melakukannya. Digital marketing yang sebenarnya adalah mencari cara supaya orang mau ngelirik, percaya, lalu membeli produk.

‎Ia harus memahami perilaku pelanggan, membaca data, bikin strategi, hingga terus-menerus memperbaiki hasil. Jadi pekerjaannya jauh lebih besar daripada sekadar bermain media sosial.

‎Penutup

‎Di zaman sekarang, hampir semua orang mencari informasi lewat internet. Kalo sebuah bisnis nggak hadir di dunia digital, tak ayal, peluang ngedapetin pelanggan baru bisa semakin kecil.

‎Karena itu, digital marketing bukanlah pekerjaan yang dianggap taik alias dipandang sebelah mata.

‎Mungkin hasilnya nggak langsung keliatan hari ini. Tapi kalo dikerjain dengan strategi yang tepat dan konsisten, digital marketing bisa menjadi salah satu alasan kenapa sebuah bisnis terus tumbuh, dikenal banyak orang, dan mampu bertahan menghadapi persaingan.

‎Ingatlah, bisnis yang besar nggak bisa dibangun dalam waktu semalaman. Begitu juga dengan kepercayaan pelanggan. Semua membutuhkan proses. Dan di situlah peran seorang digital marketer: membangun proses itu hingga akhirnya menghasilkan buah yang manis.

Ferry Update

Dropshipper 8th | Digital Marketing 5th | Kontak: halo@ferryupdate.com

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama