Perusahaan Rintisan dengan SOP Seadanya, Antara Bertahan dan Bertumbuh

Ilustrasi. Sumber gambar: Pixabay



Banyak perusahaan rintisan lahir dari semangat besar ingin mandiri, ingin berkembang, ingin menciptakan lapangan pekerjaan. Namun di balik semangat itu, tidak sedikit perusahaan informal yang berjalan dengan sistem kerja seadanya, terutama dalam hal SOP (Standard Operating Procedure).

SOP sering dianggap hal “nanti saja”, sesuatu yang baru dibutuhkan ketika perusahaan sudah besar. Padahal, justru di fase awal inilah SOP sangat menentukan arah dan kesehatan bisnis ke depan.

Apa Itu SOP dan Mengapa Sering Diabaikan?


SOP adalah panduan tertulis tentang bagaimana pekerjaan dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, dan alur kerja yang benar. Sayangnya, di banyak perusahaan rintisan, SOP sering:
  • Hanya berupa instruksi lisan
  • Berubah-ubah tergantung suasana
  • Bergantung penuh pada owner
  • Tidak terdokumentasi dengan baik

Akibatnya, sistem kerja berjalan berdasarkan kebiasaan, bukan aturan yang disepakati.

Ciri Perusahaan Rintisan dengan SOP Seadanya


Beberapa tanda yang umum terjadi:
  • Pekerjaan tumpang tindih
  • Satu orang mengerjakan banyak hal tanpa kejelasan batas tugas.
  • Keputusan selalu di tangan owner
  • Tanpa owner, pekerjaan sering terhambat.
  • Tidak ada ukuran kinerja yang jelas
  • Penilaian kerja lebih berdasarkan “perasaan” daripada data.
  • Kesalahan berulang.

Karena tidak ada standar tertulis, kesalahan yang sama terus terjadi. Karyawan cepat lelah dan bingung. Bukan karena malas, tapi karena tidak tahu patokan kerja yang benar.

Risiko Jangka Panjang Jika SOP Tidak Dibenahi


Di awal mungkin terasa baik-baik saja. Namun seiring bertambahnya proyek dan karyawan, risiko akan muncul:
  • Konflik internal makin sering
  • Produktivitas sulit meningkat
  • Karyawan bagus memilih pergi
  • Bisnis sulit direplikasi atau dikembangkan
  • Owner kelelahan karena mengurus semuanya sendiri
Perusahaan akhirnya jalan di tempat, bahkan bisa mundur tanpa disadari.

SOP Tidak Harus Rumit, Tapi Harus Jelas


Banyak yang mengira SOP harus tebal, formal, dan ribet. Padahal tidak. Untuk perusahaan rintisan, SOP cukup dimulai dari:
  • Alur kerja sederhana per divisi
  • Jobdesk tertulis tiap posisi
  • Jalur perintah dan tanggung jawab
  • Catatan progres pekerjaan
  • Standar dasar kualitas kerja
Yang terpenting bukan kesempurnaannya, tapi konsistensi penerapannya. SOP Adalah Pondasi, Bukan Beban

SOP bukan untuk membatasi kreativitas, tapi untuk:
  • Mengurangi kesalahpahaman
  • Mempercepat adaptasi karyawan baru
  • Membantu owner fokus pada strategi
  • Menjadikan bisnis lebih profesional
Startup atau perusahaan rintisan yang ingin naik kelas tidak bisa selamanya mengandalkan “niat baik” dan “saling pengertian”.

Penutup


Perusahaan rintisan dengan SOP seadanya masih bisa bertahan. Namun perusahaan rintisan dengan SOP yang jelas punya peluang jauh lebih besar untuk bertumbuh.

Membangun sistem bukan berarti kehilangan fleksibilitas, justru sebaliknya, sistem yang sederhana tapi rapi adalah tanda bisnis yang siap naik level.
Ferry Alamsyah

Founder | Membangun usaha berbasis digital | Kontak: halo@ferryupdate.com

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama