Kalau ada satu spesies yang sekarang semakin langka, mungkin bukan harimau Sumatera, badak bercula satu, atau panda. Tapi manusia idealis..
Hukum semesta: Semakin langka, semakin berharga, semakin dilindungi
Ya, manusia yang masih berani mempertahankan prinsip di tengah dunia yang serba instan, serba cuan, serba rakus jabatan, dan serba "yang penting viral".
Dulu, kita sering bertemu orang-orang yang punya mimpi besar. Mereka rela berjalan di bawah bayang kilatan pedang demi tetap berada di jalur keyakinan yang benar. Mereka tidak gampang tergoda oleh kesenangan semu yang bersifat sementara. Mereka percaya bahwa nilai, integritas, dan keyakinan adalah sesuatu yang harus dijaga meski harus berkorban jiwa raga.
Tapi sekarang?
Makhluk idealis seperti itu mulai sulit ditemukan. Dunia semakin menghargai cuan, jabatan, dan ketenaran, tak peduli lagi dengan proses kotor ugal-ugalan.
Zaman sekarang semuanya bergerak cepat. Orang hanya ingin sukses hari ini, terkenal besok, dan kaya raya minggu depan. Tak peduli meski harus melakukan pengkhianatan, meskipun harus mengorbankan prinsip yang dulu mereka banggakan.
Yang penting cuan.
Yang penting jabatan.
Yang penting dapat pengakuan.
Soal bagaimana caranya? Itu urusan belakangan.
Akibatnya, idealisme sering dianggap sebagai sesuatu yang sudah tidak lagi relevan. Bahkan tidak sedikit yang menganggap orang idealis itu naif.
Idealisme Sering Kalah oleh Keserakahan
Banyak orang sebenarnya pernah menjadi idealis. Mereka punya mimpi besar. Punya prinsip. Punya cita-cita yang ingin diperjuangkan. Tapi hancur seketika tatkala sifat keserakahan itu mendominasi. Tak ayal, hanya karena cuan dan jabatan, sedikit demi sedikit idealisme yang dulu dibanggakan mulai bisa dinegosiasikan.
Populasinya Menurun Drastis
'Makhluk' idealis statusnya sekarang sudah masuk kategori hampir punah. Habitatnya semakin sempit. Lingkungannya semakin tidak ramah. Tekanan hidup semakin besar. Godaan semakin banyak.
Tidak semua orang mampu bertahan. Namun kabar baiknya, 'spesies' ini belum benar-benar hilang. Mungkin jumlahnya sedikit. Mungkin tidak sering terexpose media. Mungkin tidak terlalu kaya. Tapi mereka masih hidup di antara kita.
Masih ada orang yang memilih jujur di saat yang lain rela melacur. Masih ada orang yang memilih kualitas saat yang lain mengambil jalan pintas. Masih ada orang yang memilih mempertahankan prinsip meskipun harus membayar dengan harga mahal.
