Sang Iblis Maha Biadab Itu Bernama Israel

Sumber gambar: X.com



Kita semua pasti sudah tidak asing lagi dengan berita yang membanjiri media tentang kekejaman Israel. Bahkan, sebutan “iblis” rasanya masih belum pantas untuk menggambarkan tindakan brutal mereka terhadap Palestina dan kini Hizbullah. Sejak dulu, bangsa ini sudah seperti monster tanpa belas kasihan, terus menerus menjajah dan menindas rakyat Palestina.

Apakah ini perang? Ah, rasanya terlalu mudah menyebut apa yang dilakukan Israel sebagai perang. Perang itu ada aturan mainnya, ada batas-batas yang harus dihormati. Tapi Israel? Apa yang mereka lakukan lebih pantas disebut genosida. Dari dulu hingga kini, yang jadi korban adalah warga sipil tak berdosa – wanita, anak-anak, lansia. Mereka dipaksa merasakan ketakutan dan kehancuran di setiap detik hidupnya.

Sudah puluhan tahun rakyat Palestina hidup di bawah bayang-bayang teror Israel. Setiap harinya, rumah-rumah dihancurkan, keluarga-keluarga dipisahkan, dan mimpi anak-anak Palestina direnggut begitu saja. Di setiap sudut Gaza, di setiap desa dan kota, darah mengalir seolah menjadi hal biasa. Anak-anak kehilangan nyawa di usia yang seharusnya dipenuhi tawa, hanya karena mereka lahir di tanah yang ingin dirampas oleh Israel.

Yang lebih menyakitkan lagi, tindakan Israel ini seakan didukung oleh banyak pihak di dunia internasional. Mereka berlindung di balik kata-kata seperti “membela diri” atau “hak untuk hidup.” Padahal yang mereka lakukan adalah menghancurkan kehidupan. Bukan hanya Palestina, kini Hizbullah juga merasakan kebrutalan yang sama. Setiap kali Israel bergerak, yang jatuh bukan hanya tentara di medan tempur, tapi wanita dan anak-anak di tempat tinggal mereka sendiri.

Di balik klaim bahwa ini adalah perang untuk membela diri, kita melihat fakta bahwa Israel dengan sengaja menyerang warga sipil. Serangan udara diluncurkan tanpa pandang bulu, menghantam sekolah, rumah sakit, dan tempat-tempat ibadah. Mereka seakan tidak peduli pada konvensi internasional atau hukum perang. Yang penting bagi mereka adalah kekuasaan dan dominasi.

Sejarah panjang penjajahan Israel terhadap Palestina seharusnya sudah cukup menjadi bukti bahwa mereka tidak mencari perdamaian. Mereka hanya ingin mengambil tanah, menumpahkan darah, dan menghancurkan masa depan generasi yang tidak bersalah. Dunia melihat, tapi sayangnya, terlalu banyak yang diam atau pura-pura tidak tahu.

Ketika kita melihat apa yang terjadi di sana, kita tidak bisa lagi menyebut ini sebagai konflik atau perang. Ini adalah praktik genosida terang-terangan, dilakukan oleh bangsa yang merasa punya hak untuk menginjak-injak kehidupan orang lain. Iblis maha biadab itu bernama Israel, dan dunia seharusnya tidak lagi diam menyaksikan kehancuran yang mereka sebarkan.

Kini, saat kita menikmati hidup kita dengan damai, ada wanita dan anak-anak di Palestina yang terus menderita, yang terus kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Mereka tidak pernah meminta banyak, hanya satu hal: kebebasan untuk hidup tanpa ketakutan. Tapi sayangnya, selama Israel terus menjalankan agendanya, impian sederhana itu seolah semakin jauh dari kenyataan.

Israel tidak sedang berperang. Mereka sedang membantai, dan dunia harus mulai menyebut tindakan itu dengan kata yang tepat: Genosida.

Ferry Alamsyah

Founder | Membangun usaha berbasis digital | Kontak: halo@ferryupdate.com

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama