![]() |
| Doc pribadi |
Hari gini, siapa sih yang gak ngerasa kalau hidup makin berat? PHK di mana-mana, biaya hidup semakin mahal, melihat kondisi hidup sekarang ini dapat kerjaan layak aja serasa mimpi di siang bolong. Banyak dari kita yang udah coba berbagai macam cara, kirim CV ke sana-sini, ikut tes sana-sini, tapi kok ya masih belum ada hasilnya. Gak jarang juga, perasaan kecewa, putus asa, dan frustasi itu datang. Sekalinya dapat kerjaan gajinya nggak sesuai dengan jobdes dan skill yang dimiliki. Ya, wajar sih, tapi ini justru jadi momen di mana sifat sabar dan pantang menyerah harus kita perdalam lagi. Perlu kita ingat kembali, bahwa hidup ini adalah ujian, nggak ada satu mahkluk pun di kolong langit ini yang nggak pernah ngalamin kesusahan hidup, dan yang pasti Tuhan tidak akan membebankan ujian yang berat kepada kita selaku makhluk ciptaan-Nya melebihi kesanggupan. Jadi kesusahan yang tengah kita alami ini sudah barang tentu masih dalam batas kesanggupan kita.
Sabar Bukan Berarti Pasrah
Sabar itu bukan berarti kita gak ngelakuin apa-apa sambil nunggu keajaiban datang. Sabar artinya tetap tenang, gak terburu-buru, dan paham bahwa setiap proses punya waktunya sendiri. Mungkin kamu udah ngelakuin segala usaha, tapi hasilnya belum kelihatan. Di sinilah sabar dibutuhkan. Sabar bukan pasrah, tapi tentang mengendalikan diri, menjaga pikiran positif, dan tetap berusaha.
Di tengah tantangan hidup, sifat sabar bikin kita lebih kuat. Kadang, tanpa sadar, orang yang sabar punya daya tahan lebih tinggi. Coba deh ingat-ingat lagi, pernah gak kamu ngalamin hal berat tapi ternyata bisa kamu lewatin karena kamu memilih buat gak menyerah? Itulah kekuatan sabar.
Mencontoh Sifat Pantang Menyerah Siti Hajar
Nah, kalau sabar adalah pondasinya, pantang menyerah adalah langkah-langkah yang kita ambil buat tetap bergerak maju. Percayalah bahwa hidup itu adil, meski peluang kerja juga gak selalu datang dengan mudah. Tapi bukan berarti gak ada jalan.
Contohlah Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, yang mana beliau mendapat ujian 'super berat' yaitu ditinggalkan di padang pasir yang sangat gersang tiada terkira. Apakah Siti Hajar menyerah sambil menangis meratapi nasib? Oh, tentu tidak! Di saat anaknya ismail yang masih bayi itu menangis kehausan dan kepanasan, beliau pantang menyerah mencari sumur sumber mata air, meskipun saat itu terkesan mustahil tuk mendapatkan air, tetap Siti Hajar tak berhenti melangkahkan kakinya berlari ke sana ke mari hingga 7 kali balik dari bukit shofa ke bukit Marwah. Jangan dibayangkan saat itu medannya seperti apa. Secara, saat itu tak ada pohon satu pun untuk tempat bernaung, ditengah terik matahari di padang pasir duh gak kebayang seperti apa sengsaranya. Namun apa yang terjadi? Siti Hajar tak menemukan sumber air di bukit shofa dan bukit marwah, beliau malah menemukan sumber air keluar di dekat bayi ismail. Itulah yang sampai saat ini disebut sumber mata air Zam-zam, dari dulu sampai sekarang sumber mata air itu tidak pernah mengalami kekeringan.
Kisah dari Siti Hajar itulah sampai saat ini menjadi pegangan hidup saya pribadi. Kemana pun panggilan wawancara saya datangi, tidak peduli panas dan hujan. Saya nggak peduli persoalan diterimanya atau tidak, yang penting saya sudah berusaha, adapun hasilnya selalu saya pasrahkan kepada Tuhan. Saya malu kepada Siti Hajar, jika saya ingin mendapatkan pekerjaan, namun hanya duduk santai menanti keajaiban. Padahal dari latar belakang Siti Hajar adalah istri seorang Nabi dan Ibu dari cikal bakal seorang Nabi pula yaitu Ismail yang kala itu masih bayi, jadi bisa saja beliau menggunakan 'Hak Istimewa'-nya tersebut agar Tuhan memancarkan sumber air atau menurunkan hujan tanpa bersusah payah berusaha mencari air, namun tak ia lakukan. Sedang, siapa kita? Anak Nabi bukan, ponakan Nabi bukan, lalu Ketika menginginkan sesuatu hanya menunggu jatuh dari langit? Waduh! kacau kalau begitu, kemungkinan ada yang koslet di kepala kita.
Nggak Ada Rotan, Akar pun Jadi
Zaman sekarang, banyak banget jalan buat dapat penghasilan tanpa harus bergantung sama satu jenis pekerjaan aja. Jangan batasi dirimu hanya pada satu pilihan. Coba eksplorasi hal-hal baru. Siapa tau, dari hobi kamu malah bisa jadi sumber pendapatan. Gak sedikit orang yang berhasil sukses dari hal-hal yang mereka gak duga sebelumnya.
Jadi, daripada terus-terusan stress mikirin kapan dapat pekerjaan, kenapa gak manfaatin waktu ini buat belajar skill baru? Peluang itu ada di mana-mana, asal kita mau terus bergerak. Ingat, setiap tantangan yang datang bisa jadi pintu menuju sesuatu yang lebih besar, istilah kata: "Tak ada rotan, akar pun jadi." Apa aja yang penting halal.
Kesimpulan
Hidup gak selalu mudah, dan menemukan pekerjaan yang layak di zaman sekarang memang bisa jadi tantangan besar. Tapi dengan sabar dan pantang menyerah seperti halnya Siti Hajar, kita harus tetap berjalan, dan tak menutup kemungkinan menemukan peluang yang mungkin gak kita duga sebelumnya. Jadi jangan pernah berhenti berusaha, jangan pernah biarkan kegagalan menahanmu terlalu lama. Siapa tau, di depan sana, ada sesuatu yang jauh lebih baik menunggu kamu.
