Bangsa Israel Dikenal Sebagai Bangsa Pengecut

Tentara Israel. Sumber gambar: X.com



Bangsa Israel telah lama mendapatkan cap sebagai penjahat perang yang brutal dan kejam. Tidak hanya tindakan biadab mereka terhadap Palestina yang menumpahkan darah wanita dan anak-anak tak berdosa, tetapi juga sifat pengecut mereka yang selalu bersembunyi di balik teknologi dan pasukan wajib militer. Dalam setiap konflik, pemimpin mereka berlindung di banker yang aman, sementara di garis depan, mereka mengirimkan anak-anak muda yang diwajibkan berperang untuk dijadikan tameng. Mereka tahu jika ada pertumpahan darah, para prajurit yang akan mati lebih dulu, bukan mereka yang membuat keputusan.


Berbeda dengan bangsa Palestina, khususnya para pejuang Hamas, yang dikenal berani bertempur langsung di garis depan. Para pemimpin Hamas, banyak yang telah gugur karena memilih untuk bertarung bersama rakyatnya. Mereka memahami apa arti sesungguhnya dari sebuah perjuangan. Bagi mereka, mempertahankan tanah air dan kehormatan bangsa adalah tugas mulia yang harus diemban secara kesatria. Inilah perbedaan mencolok yang seringkali tak terlihat oleh dunia luar: di satu sisi, bangsa Israel yang pengecut, para pemimpinnya selalu bersembunyi; di sisi lain, para pejuang Palestina yang bertaruh nyawa di medan perang demi kebebasan.


Sejarah pun menunjukkan bagaimana sifat pengecut ini sudah mengakar dalam bangsa Israel. Kisah Nabi Musa dan Harun menjadi salah satu bukti nyata. Ketika mereka memimpin kaum Bani Israel keluar dari perbudakan Mesir dan memasuki Palestina, yang mana pada masa itu wilayah tersebut dikuasai oleh suku Kanaaan yang kuat dan tak mudah dikalahkan, generasi awal Israel justru enggan untuk berjuang bersama mereka. Meskipun telah melihat banyak mukjizat yang dilakukan Nabi Musa, mereka menolak untuk berperang. Bahkan, mereka berkata kepada Musa, “Pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah, kami akan duduk menanti di sini.” Bukankah ini bukti nyata bahwa sifat pengecut dan pembangkangan sudah mengalir dalam darah mereka sejak dulu?


Ironisnya, hingga saat ini sifat itu masih terlihat. Mereka membangun kekuatan militer yang kuat, tetapi mereka tidak berani menghadapinya secara langsung. Mereka memilih untuk menghujani bom dari langit, menghancurkan rumah-rumah warga Palestina dari kejauhan, dan menghabisi nyawa anak-anak tak bersalah tanpa pernah menatap mereka di mata. Inilah wujud pengecut yang sesungguhnya: menebar teror tanpa pernah mengambil tanggung jawab langsung atas kehancuran yang mereka sebabkan.


Sebaliknya, para pejuang Palestina terus bertahan dengan keberanian luar biasa. Meskipun mereka menghadapi lawan yang jauh lebih kuat secara militer, mereka tidak gentar. Mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak bisa dibeli dengan kata-kata, melainkan harus diperjuangkan dengan darah dan nyawa.


Bangsa Israel mungkin memiliki teknologi canggih, dan dukungan penuh Amerika tapi mereka tetap dikenal sebagai bangsa pengecut. Sementara itu, Palestina dan para pejuangnya akan selalu dikenang sebagai bangsa yang berani, meski harus melawan dengan segala keterbatasan.

Ferry Alamsyah

Founder | Membangun usaha berbasis digital | Kontak: halo@ferryupdate.com

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama