![]() |
| Anies Baswedan. Sumber gambar: Pinterest.com |
Jika kamu sering menjelajah media sosial, khususnya di kalangan pendukung Anies Baswedan, pasti kamu pernah mendengar mereka menyebutnya dengan panggilan "Abah" kepada Anies Baswedan. Tapi, apa sih alasan di balik sebutan ini? Apakah ini hanya tren sesaat atau ada makna yang lebih dalam?
"Abah" Lebih dari Sekadar Panggilan
Dalam budaya Indonesia, panggilan "Abah" biasa digunakan untuk menyebut seorang ayah atau sosok yang dituakan. Di daerah Sunda dan sebagian Jawa, panggilan ini sarat dengan rasa hormat dan kasih sayang. Jadi, ketika netizen memanggil Anies dengan sebutan "Abah," mereka sebenarnya sedang mengekspresikan rasa hormat yang mendalam, seolah melihat Anies sebagai figur ayah yang bijaksana.
Panggilan ini juga bisa dianggap sebagai cara netizen untuk menunjukkan keakraban dan kedekatan emosional dengan Anies. Bagi mereka, Anies bukan sekadar seorang politisi, melainkan sosok yang mereka percayai untuk membimbing dan melindungi mereka, layaknya seorang ayah dalam keluarga.
Mengapa hanya Anies yang mendapat julukan "Abah"?
Panggilan "Abah" ini mungkin tidak akan cocok untuk semua politisi, seperti Ahok atau Ridwan Kamil ehem.. misalnya, tapi Anies tampaknya punya kualitas yang membuatnya cocok dengan sebutan ini. Gaya kepemimpinannya yang cenderung kalem, pendekatan yang humanis, serta kemampuannya untuk merangkul berbagai kalangan membuat banyak orang merasa "aman" dan dihargai di bawah kepemimpinannya.
Sifatnya yang sering dianggap tenang dan diplomatis dalam menghadapi berbagai situasi politik yang kompleks juga memperkuat imej Anies sebagai seorang "Abah." Pendukungnya melihat Anies sebagai sosok yang bisa menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan konflik, sesuatu yang diharapkan dari seorang pemimpin yang baik.
Panggilan Ini Bukan Sekadar Gimmick
Sebutan ini juga menambah lapisan emosional dalam hubungan antara Anies dan para pendukungnya. Dengan memanggilnya "Abah," mereka merasakan hubungan yang lebih personal dan intim, seolah Anies bukan hanya seorang pemimpin di pemerintahan, tapi juga seseorang yang mereka hormati dan sayangi dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah Akan Selamanya Anies Mendapat Gelar "Abah"?
Seperti banyak tren di media sosial, tidak ada yang tahu pasti apakah panggilan "Abah" ini akan bertahan lama atau tidak. Namun, selama Anies terus menunjukkan kualitas kepemimpinan yang sesuai dengan makna di balik kata "Abah," sebutan ini mungkin akan tetap melekat dan bahkan menjadi bagian dari identitas politiknya.
Bagaimanapun, sebutan ini menambah warna dalam dinamika politik Indonesia, sekaligus memperlihatkan bagaimana budaya lokal bisa mempengaruhi cara publik berinteraksi dengan para pemimpinnya. Siapa sangka, sebuah panggilan sederhana seperti "Abah" bisa memiliki makna yang begitu dalam?
Kita doakan semoga "Abah" Anies Baswedan kelak ditakdirkan menjadi Presiden RI 2029, Amiin..
