Resiko Bagi Para Ahli Melamar Pekerjaan di Perusahaan Amatiran dalam Bisnis Online

Ilustrasi stres bekerja. Sumber gambar: Pixabay.com/mohamed_hassan

Bagi anda yang sudah memiliki skill/kemampuan yang mumpuni di bidang bisnis atau pemasaran online dan sudah cukup lama berpengalaman di bidang tersebut, rasanya sangat mudah sekali bagi anda untuk mendapatkan pekerjaan bila anda melamar di perusahaan-perusahaan amatiran yang baru memulai bisnisnya di dunia online. Para usahawan seperti itu sangat 'wellcome' sekali untuk menerima anda dengan skill yang anda miliki sebagai karyawannya.

Berkaca dari pengalaman saya yang belakangan ini mencoba terjun ke perusahaan-perusahaan amatiran yang baru saja memulai bisnis online. Sungguh sangat mudah sekali bagi saya mendapatkan pekerjaan. Saking mudahnya, belum genap setahun, saya sudah pernah memasuki di 5 perusahaan berbeda. Sungguh, dari ke 5 perusahaan tersebut, tak satu pun yang menghargai akan posisi pekerjaan saya sebagai digital marketing. Disamping gaji yang sangat kecil alias tak sebanding dengan skill, bahkan kurang dari setengahnya dari gaji standar alias lebih rendah dari gaji office boy, harga diri sebagai digital marketing sama sekali tak ada. Padahal posisi digital marketing tidak bisa dipandang sebelah mata. Besar-kecilnya, maju-mundurnya suatu perusahaan tergantung dari keberadaan seorang digital marketing.

Jika mengingat kembali dari pekerjaan yang saya lakukan, mungkin lebih dari pada posisi sebagai digital marketing. Semua yang berhubungan dengan online, semua itu saya tangani. Mulai dari pembuatan sarana online penjualan produk seperti: Toko online marketplace, toko online eCommerce, brand, sosial media ads, google ads,strategi marketing, konten kreator, edit video, edit gambar, copywriting, balas chat dan komplen customer, packing, dan lain-lain, itu semua saya yang meng-handle-nya.

Dan masih banyak efek buruk lainnya jika anda bersedia melamar pekerjaan di perusahaan amatiran atau baru memulai usaha online, selain dari tak punya harga diri dan tugas pekerjaan 'segudang' tapi gaji yang sangat minim, di antaranya sebagai berikut:

  1. Tidak ada jaminan stabilitas: Perusahaan amatiran atau baru memulai usaha mungkin tidak memiliki sumber daya finansial yang cukup untuk mempertahankan bisnis mereka dalam jangka panjang. Hal ini dapat membuat pekerjaan menjadi tidak stabil atau bahkan tidak ada.
  2. Keterbatasan peluang pengembangan karir: Perusahaan yang baru memulai usaha tidak memiliki struktur organisasi yang jelas, sehingga sulit bagi karyawan untuk naik pangkat atau mendapatkan promosi.
  3. Tidak ada kepastian gaji yang cukup: Perusahaan baru atau amatiran mungkin tidak mampu memberikan gaji yang cukup untuk para pekerja, atau mungkin tidak dapat membayar gaji tepat waktu.
  4. Kurangnya dukungan dan pelatihan: Perusahaan baru atau amatiran mungkin tidak memiliki sumber daya untuk memberikan pelatihan atau dukungan yang diperlukan untuk mengembangkan keterampilan karyawan.
  5. Risiko kebangkrutan: Bisnis baru atau amatiran memiliki risiko kebangkrutan yang lebih tinggi daripada perusahaan yang sudah mapan. Jika perusahaan gulung tikar, maka karyawan akan kehilangan pekerjaan mereka, dan tak ada kompensasi apapun.

Tapi nggak apa-apalah, lumayan untuk sekedar 'batu loncatan' dan anggap saja latihan untuk memperdalam skill/kemampuan di saat menunggu panggilan pekerjaan di perusahaan besar. Namun, terkadang juga ada perusahaan yang baru memulai usaha atau amatiran yang dapat memberikan kesempatan dan peluang besar bagi karyawan yang ingin mengembangkan keterampilan mereka. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset dan evaluasi terlebih dahulu sebelum melamar pekerjaan di perusahaan seperti itu.

Atau, bagi anda yang sudah cukup berpengalaman dalam bisnis pemasaran online mungkin sudah waktunya bagi anda menghentikan karir bekerja di perusahaan dengan membuka usaha sendiri demi terbukanya lapangan pekerjaan baru.

Ferry Alamsyah

Founder | Membangun usaha berbasis digital | Kontak: halo@ferryupdate.com

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama