❮
❯
Foto saat bekerja sebagai Digital Marketing di 5 Perusahaan berbeda. Doc pribadi
Ada kalanya seseorang yang ingin membuka usaha namun terbentur dengan modal. Jika memiliki jiwa pantang menyerah dan tidak mudah putus asa, tentu saja hal usaha yang bisa dijalaninya dalam bisnis online adalah menjadi seorang dropshipper.
Yup, dropshipper adalah sebuah usaha atau bisnis yang tak butuh modal banyak, modalnya hanya cukup kuota internet dan kegigihan dalam menawarkan produk di sosial media yang didapatnya dari supplier atau distributor yang membuka program bisnisnya dengan sistem reseller dan dropshipper.
Dropshipper merupakan sebuah profesi yang sepertinya kurang bergengsi dalam dunia bisnis online. Kebanyakan dari mereka adalah kalangan emak-emak yang ingin menambah penghasilan dari jualan online tanpa modal. Ada juga sih dari kalangan mahasiswa, namun jumlahnya sedikit dan menjalani usahanya sebagai dropshipper kurang begitu serius, mungkin karena harus membagi waktu kali ya antara jualan online dengan waktu kuliah.
Padahal untuk seorang pebisnis dropshipper atau penjual via online tanpa modal itu, jika menjalankan bisnisnya dengan serius dan mendalam, maka hasilnya lebih dari gaji karyawan di kantor. Selain itu, disadari atau tidak, mereka (dropshipper) bisa memiliki keahlian khusus dalam pemasaran produk barang apapun secara digital yang mana dunia kerja menyebutnya sebagai "Digital Marketing". Sebuah posisi jabatan yang tak bisa dianggap remeh dalam perusahaan.
Mungkin bukan hanya posisi Digital Marketing aja kali ya, yang bisa dilakoni/dihandle. Berbekal pengalaman sebagai dropshipper, Kemungkinan jabatan penting lainnya di perusahaan bisa dikendalikan, seperti:
- Digital Marketing Specialist
- Social Media Manager
- Content Writer
- Web Developer
- UI/UX Designer
- SEO Specialist
- E-commerce Manager
- Online Customer Service Representative
- Data Analyst
- Online Community Manager
- Dan lain-lain
Walaupun tidak terlalu mendalami, minimal mengetahui dasar-dasarnya. Karena itu semua yang dikerjakannya setiap hari bagi seorang dropshipper dalam menjalankan usahanya di bidang/media online.
Percaya atau tidak, saya sendirilah yang mengalaminya dari seorang dropshipper sampai pernah bekerja di 5 perusahaan berbeda dengan posisi sebagai Digital Marketing. Berawal dahulu sekitar pertengahan tahun 2015 yang saat itu saya berhenti dari pekerjaan dari perusahaan advertising alias resmi jadi pengangguran. Dari situ saya berkeinginan kuat sekali untuk mendapatkan uang dengan cara usaha jualan online. Ditengah kebingungan atas ketiadaan modal untuk buka usaha online, saya menemukan sebuah artikel atau tulisan di sebuah blog yang menjelaskan cara bisnis atau usaha online tanpa modal yaitu dengan mendaftar sebagai dropshipper di supplier atau distributor yang membuka program usaha sistem dropship. Padahal saat itu saya masih terbilang GAPTEK (gagap teknologi), boro-boro laptop atau PC, saat itu saya menjalankan usaha online hanya dari sebuah hape China merk Nexian, pastinya belum ada androit. Yang saya bisa atau yang saya punya di dunia online hanyalah akun Facebook.
Singkat cerita, berjalan seiringnya waktu, dari tahun ke tahun, dari yang semula hanya akun Facebook sebagai sarana penjualan online, merambah ke Twitter, saat itu belum ada Instagram. Lalu mencoba menjajakan produk di marketplace Bukalapak, tak puas sampai di situ, pada akhirnya saya bisa membuat toko online dengan brand sendiri, bahkan membuat aplikasi di Google playstore. Tentu saja, semua itu membutuhkan perjuangan yang besar dalam pembelajaran-pembelajaran membuat sarana penjualan online di berbagai platform media dengan cara otodidak.
Cukup banyak bisnis atau usaha berbasis digital yang pernah saya dirikan selama lebih dari 8 tahun belakangan ini. Mulai dari bisnis MLM, affiliasi, fashion hingga properti. Dan usaha yang terakhir, saya mencoba membuka bisnis usaha start-up, karena ketiadaan modal, maka kesemua usaha tersebut saya tutup sementara hingga saat ini.
Entah sampai kapan saya mengakhiri jalan ninja-ku ini sebagai seorang Digital Marketing di perusahaan orang lain, mungkin nanti setelah saya punya modal untuk melanjutkan membangun usaha start-up saya sendiri. Wallahu A'lam..