PPKM Diperpanjang Lagi? Inilah Solusi Terbaik Jalani Hidup di Masa Pandemi

ilustrasi spiritual. (foto: Esqspiritual.com)


PPKM adalah kependekan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Saat tulisan ini di buat, PPKM diperpanjang kembali dari tanggal 9 Agustus 2021 sampai tanggal 16 Agustus 2021 mendatang, yang mana sebelumnya diberlakukan pembatasan dengan istilah berbeda-beda, mulai dari PSBB hingga PPKM mikro, PPKM Darurat, sampai saat ini PPKM yang berlevel-level (level 1 - level 4).

Sungguh hal ini sangat membuat kita semua yang semula sulit jadi bertambah kali lipat kesulitan yang kita rasakan saat ini dalam menjalani kehidupan ditengah pandemi Covid-19. Betapa tidak? Sudah kesehatan kita terancam dengan adanya Covid-19, sekarang malah terancam pula perekonomian kita dalam mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Sudah jelas, dengan adanya PPKM ini, terjadi pembatasan kegiatan masyarakat dengan ketat, diantaranya penyekatan di jalan-jalan, dan pelarangan bagi warga yang belum vaksin ke area publik seperti rumah makan dan Mall. Maka tak ayal banyak terjadi karyawan 'di rumahkan' dan banyak pedagang yang menutup usahanya lantaran daya beli yang drastis merosot. Sementara kebutuhan sehari-hari harus terus terpenuhi.

PPKM sendiri, sebuah kebijakan pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19. Semakin menekan kegiatan masyarakat, maka semakin menurun penularan Virus yang sangat berbahaya tersebut.

Tak bisa dipungkiri, dengan keadaan kondisi saat ini membuat kita stres dan tak tahu lagi harus berbuat apa. Berakhirnya pandemi ini pun tak tahu entah sampai kapan.

Solusi terbaik menjalani hidup di masa pandemi


Pandangan orang berbeda-beda dalam menjalankan kehidupannya. Dan inilah yang menurut saya solusi terbaik menjalankan kehidupan di tengah pandemi Covid-19 yaitu dengan pendekatan spiritual.

Sudah saatnya bagi kita untuk berpasrah diri kepada Tuhan, setelah segala cara kita lakukan demi bertahan hidup namun tak kunjung terselesaikan.

Pada hakekatnya, Covid-19 muncul hingga mengakibatkan banyak kematian itu tidak luput atas izin Tuhan. Tanpa izinnya, maka mustahil Covid-19 ada. Semua yang terjadi di dunia ini tak lepas dari izinnya, bahkan daun yang jatuh ke tanah pun tak luput atas izin-Nya.

Diantara amalan spiritual yang harus dilakukan:

1. Perbanyak zikir Istighfar


Kesulitan hidup yang kita rasakan, mungkin dari sebab banyaknya dosa kesalahan kita kepada Tuhan yang terlalu banyak. Sebelum pandemi saja hidup sudah susah, dan sekarang ya makin lebih susah. Karenanya, perbanyaklah istighfar, mohon ampunan atas dosa kesalahan yang telah kita lakukan selama ini.

Terdapat keterangan dari para ahli agama yaitu Ulama menjelaskan, betapa zikir istighfar yang dilakukan sebanyak-banyaknya setiap hari dapat melenyapkan segala sesulitan dan sesusahan dalam menjalani hidup ini. Bukan hanya kesusahan yang lenyap, kemudahan hidup pun akan kita dapat, entah berupa harta atau lainnya, ya minimal mapanlah. Tak sulit bagi Allah memberi kemudahan dan kemapanan hidup meskipun di masa pandemi, karena memang itu janji-Nya bagi orang yang banyak zikir istighfar. Itu balasan Allah berupa 'keduniaan', yang terbesar adalah mendapat pengampunan dosa dari Allah SWT. Ingat! Bahwa janji Allah tak pernah meleset sedikitpun.

2. Laksanakan Sholat wajib


Perbaiki sholat wajib lima waktu sehari-semalam. Ini adalah kunci kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ibarat berdagang, Sholat wajib adalah modal usaha, dan keuntungannya adalah melakukan amalan-amalan Sunah lainnya. Jangan berharap keuntungan lebih, jika modal usahanya saja tidak ada.

Jadi jangan berpikir melakukan amalan zikir istighfar dan sunah lainnya, jika sholat wajib tidak dilaksanakan. Hal itu sama saja pakai baju tapi tak pakai celana.

Teruslah perbaiki kualitas Sholat wajib kita. Perbaikilah semampu kita tentang tata cara sholat dan hal lainnya yang menjadi pendukung menuju kesempurnaan Sholat, seperti istinja, wudhu, dan lainnya yang telah diatur dalam BAB Fiqih (cabang ilmu agama). Tentunya di bawah bimbingan para ahli agama (ustadz, kiyai, ulama).

3. Lakukan amalan sunah dan kebaikan lainnya


Sambil kita sempurnakan amalan wajib berupa Sholat lima waktu sehari-semalam, lazimkan/biasakan amalan zikir istighfar yang telah saya sebutkan di atas sebanyak-banyaknya (minimal 1000x/hari). Adapun waktunya bisa anda atur seproporsional mungkin alias tak sampai mengganggu aktivitas lainnya yang bersifat 'wajib' seperti mencari nafkah atau lainnya.

Untuk soal permasalahan 'keduniaan' yang terasa kian susah 'mencekik', bisa di tambah dengan amalan zikir Shalawat Nariyah minimal 11x sehabis Shalat Subuh. Ada sebagian Ulama berpendapat, dengan melazimkan zikir Shalawat Nariyah dapat dengan cepat melenyapkan segala permasalahan yang menyangkut 'keduniaan'.

Tidak lupa pula untuk mencoba melakukan sholat-sholat sunah lainnya seperti Sholat Sunah sebelum dan sesudah sholat wajib, Sholat Sunah Dhuha, Sholat Sunah Tahajud, dan lain-lain.

Intinya, lakukan berbagai kebaikan kepada Tuhan dan kepada makhluk-Nya. Pada hakekatnya, segala kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita.

Jika kebetulan ada uang 'lebih', baiknya beri sedekah kepada orang yang berhak menerimanya. Biasakan bersedekah walaupun nominalnya kecil. Dipandangan kita mungkin kecil, namun 'dipandangan' Tuhan belum tentu dipandang kecil.

Penutup


Demikianlah solusi terbaik menurut saya yang harus dilakukan bagi kita di masa pandemi ini. Sudah saatnya pandemi ini diatasi dengan pendekatan spiritual. Karena di dalamnya menawarkan ketenangan, kemudahan, kesejahteraan, kemapanan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Janji manusia seringkali diingkari, namun Tuhan tidak pernah ingkar akan janji-Nya.

Mungkin selama ini kita terlalu sombong hingga meniadakan keberadaan Tuhan. Kita menganggap bahwa Tuhan tak pernah ada, sehingga kita lebih memilih bergantung dan berharap bantuan kepada makhluk-Nya. Kita menganggap Tuhan tak mampu menyingkirkan kesulitan hidup yang kita rasakan, sehingga selalu mengandalkan cara sendiri yang pada akhirnya menghalalkan segala caranya.

Dengan pendekatan spiritual ini dalam mengatasi dampak pandemi, semoga kita bisa mengambil hikmat atas bencana besar ini. Dengan begitu, ada tidaknya pandemi Covid-19 menjadikan hidup kita lebih terarah, tahu untuk apa kita hidup.

Sangat mudah bagi Allah untuk mengakhiri bencana pandemi Covid-19, semoga Allah cepat mengakhirinya.
Ferry Alamsyah

Founder | Membangun usaha berbasis digital | Kontak: halo@ferryupdate.com

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama